.                                                                   .   

Buat temen-temen yang belum dapet inceran atau konsep buat rias pengantinnya atau istilah jawanya Paes....yuk simak artikel ini....sapa tau bisa buat reverensi temen-temen....

Kebetulan saya mempunyai kenalan dekat sekaligus partner paes di jogja...namanya mb martin, beliau sudah sangat lama bergelut di bidang paes manten, hehe saya banyak mendapat ilmu tentang rias dari beliau...dan karya-karya makeup yang saya share d sini adalah karya-karya beliau....

Bagi teman-teman yang ingin membuktikan tangan ajaibnya bisa langsung datang ke "Salon Martin" Jl. Parangtritis Km 11,5 Yogyakarta (perempatan manding ke timur 700 m)...hehe makasih buat mbak martin yang uda mau share ilmunya....

Rias pengantin yang saya bahas disini lebih spesifik dengan rias adat jawa... jawa memang terkenal dengan kekentalan adat istiadatnya (Kejawen), tp ternyata perkembangan rias dijawa ini tidak semata-mata harus ikuti tradisi ada juga yang disesuakan dengan gaya-gaya modern tapi tetep nuansa jawanya kerasa...

yuk langsung simak aja....

- Paes Ageng

Buat temen-temen yang akan menikah dengan adat tradisional jawa, pasti sudah tahu dong paes itu apa?  Yup...terdapat dua paes yang umum dikenal oleh masyarakat, yakni Paes Solo dan Paes Ageng (Paes Yogya).

Awalnya Paes Ageng jogja maupun Paes Solo hanya boleh dikenakan oleh kerabat raja atau keraton. Untunglah pada pemerintahan Sultan Hamengku Buwono IX (HB IX) di tahun 1940, masyarakat umum mulai diperbolehkan menggunakan paes ageng. 

Dari segi motif, Paes Ageng terlihat lebih lancip sedang Paes Solo dibentuk membulat. Untuk unsur-unsurnya sendiri, baik gajah-gajahan, pengapit, penitis dan godheg-nya memang cenderung sama. Motif yang terlukis dalam Paes Ageng digambarkan sebagai lambang keagungan, sedang Paes Solo menyimbolkan kehidupan yang makmur dan sentosa (gemah ripah loh jinawi). 

- Kanigaran

Corak laen pengantin Yogyakarta, yang membedakan adalah penggunaan dodhot melapisi kain cinde, kebaya bludru hitam panjang menyatu dengan dodhot, cinde, dan detail riasan dan perhiasan.

- Yogya Putri

Dipakai pada saat ngundhuh mantu yang dilaksanakan saat sepasaran (lima hari sesudah akad nikah) atau lazim disebut ngunduh sepasaran. Busana yang dikenakan adalah baju panjang bordiran, kain pradan dan selop bordiran.

Kebaya bludru panjang berhias bordir emas, kain batik prada, sanggul tekuk berhias sebuah mentul besar bagi mempelai wanita.

- SBY (Jangan Menir Modifikasi)

Dahulu, busana ini di kenakan pada saat upacara Boyongan, yaitu saat Pengantin Putri boyongan ( pindah) ke kediaman Pengantin Pria, biasa sehari setelah Upacara Perkawinan di lakukan.
Riasan dari Jenis Busana ini sama dengan riasan Paes Ageng. Busana yang di kenakan berupa Beskap dan Kebaya beludru di lengkapi dengan perhiasan yang khas dengan kain cinde merah sebagai bawahan nya.

- Kesatrian

Corak kesatrian dipergunakan sebagai busana pengantin yang sangat sederhana terdiri dari kebaya panjang dan selop polos.

Dari Uraian singkat tersebut tampak bahwa corak paes Yogya Putri, corak Kesatrian Ageng dan corak Kesatrian memiliki tata rias wajah dan sanggul yang sama. Ketiganya hanya dibedakan terutama pada tata busananya. Sementara rias pengantin wajah dan sanggul Paes Ageng dan Paes Ageng Jangan Menir juga sama, sedang perbedaan keduanya juga terutama pada tata busananya.

- Kesatrian Modifikasi

Corak ini digunakan sebagai busana pengantin modern namun tetap berakar pada tradisi budaya. Memperlai wanita menggunkan paes yogya putrid, busana kebaya panjang berbahan lace berpadu kain batik prada, bersanggul gelung tekuk serta untaian melati menjuntai.

- Muslim

Trend rias pengantin muslim mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. banyak pula para pasangan yang akan menikah memilih pengatin muslim sebagai tematik untuk moment penting, mulai dari style arabian, eropa, byzantium hingga gaya mix asia-eropa atau asia arabian menjadi salah satu opsi gaun yang dikenakan. hal ini yang membuat tata rias pengantin selalu berkembang dari yang natural hingga dramatik.

 

tata rias tradisional pun tak lepas dari perhatian para penata rias untuk menorehkan bentuk line pada wajah pengantin yang tentunya telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga lebih dramatik, elegan, nature, dinamis dan glamour sesuai dengan gaun dan bentuk hijab yang akan digunakan.

- Moder& Jawa Modern